1. Memar merupakan luka akibat cedera kecil biasanya akan sembuh dalam waktu 2–4 minggu. Untuk mempercepat proses penyembuhan, ada beberapa langkah pertolongan pertama untuk luka memar yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:
- Istirahat. Berikan waktu istirahat untuk bagian tubuh yang mengalami memar. Kurangi atau hentikan aktivitas yang melibatkan area yang terluka sampai pulih. Ini penting untuk mencegah pembengkakan dan rasa sakit pada memar menjadi lebih parah.
- Menggunakan kompres dingin. Kompres dingin dapat diaplikasikan pada luka memar yang baru saja terjadi sebagai tindakan awal. Caranya, bungkus beberapa es batu dengan kain atau handuk untuk mengompres area yang terluka. Lakukan pengompresan selama 15–20 menit, kemudian tunggu sekitar 20 menit. Jika bengkak dan nyeri belum mereda, ulangi pengompresan dingin. Tujuan dari kompres dingin adalah untuk menyempitkan pembuluh darah yang cedera sehingga memar tidak semakin meluas dan membantu mengurangi bengkak serta rasa sakit.
- Membalut luka. Balut area yang mengalami memar dengan perban elastis, tetapi jangan sampai terlalu kencang. Ini dilakukan untuk menghindari memperparah kondisi memar dan mengurangi rasa sakit.
- Meninggikan bagian tubuh yang memar. Sebisa mungkin angkat bagian tubuh yang mengalami memar, seperti tangan atau kaki, lebih tinggi dari dada. Anda bisa menggunakan bantal untuk menyangga bagian yang terluka. Ini membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut, sehingga dapat mengurangi bengkak dan mencegah memar semakin melebar.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri. Untuk meredakan nyeri, anda bisa minum obat pereda nyeri seperti paracetamol. Penggunaan obat ini sebaiknya hanya dilakukan jika cara-cara di atas tidak efektif atau jika memar disertai pembengkakan yang signifikan.
- Menggunakan kompres hangat. Kompres hangat pada memar sebaiknya dilakukan dua hari setelah kompres dingin. Caranya, gunakan handuk hangat untuk mengompres area yang mengalami luka memar selama sekitar 10 menit. Ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah, sehingga bekuan darah bisa diserap lebih cepat dan warna memar perlahan-lahan akan memudar.
Pertolongan pertama untuk luka memar akan lebih efektif jika dilakukan segera setelah memar muncul, kecuali kompres hangat, yang harus diberikan dua hari kemudian. Kompres area yang memar dengan es yang dibungkus kain selama sekitar 15 menit. Jika memungkinkan, angkat bagian tubuh yang memar untuk membantu mengurangi pembengkakan. Jika benturan cukup keras, nyeri terasa hebat, atau dicurigai ada cedera internal, segera konsultasikan ke dokter.
2. Cedera mata. Pertolongan pertama untuk cedera mata anak tergantung pada penyebabnya. Penting untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memberikan perawatan pada mata anak. Berikut beberapa cara untuk menangani cedera mata anak berdasarkan penyebabnya :
- Untuk mengobati iritasi mata kecil. Segera bilas mata anak menggunakan air. Caranya, miringkan kepala anak di atas wadah atau wastafel dengan mata yang terluka mengarah ke bawah. Tarik perlahan kelopak mata bawah anak. Kemudian, tuangkan air hangat perlahan ke mata anak. Bilas mata selama 15 menit, periksa setiap 5 menit untuk memastikan tidak ada benda asing yang masih tertinggal. Ingatkan anak agar tidak menggosok mata.
- Untuk menangani luka kecil atau goresan di sekitar mata. Hentikan pendarahan dengan menekan luka menggunakan kain kasa selama 10 menit. Bersihkan area yang terluka. Lindungi mata anak dengan kain dan bilas area tersebut menggunakan air bersih selama beberapa menit. Tutupi luka dengan perban. Tanyakan kepada dokter apakah perlu menggunakan salep antibiotik jika luka berada dekat dengan mata atau kelopak mata. Ganti perban setiap hari. Berikan obat pereda nyeri. Jika luka terasa sakit, Anda dapat memberikan acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan rasa sakit. Namun, jangan berikan aspirin kepada anak di bawah usia 16 tahun.
- Mengobati mata biru, memar, atau bengkak. Pertama, periksa apakah ada cedera tambahan. Jika mencurigai adanya patah tulang, kerusakan pada mata, atau cedera kepala, segera bawa anak ke rumah sakit. Jika memar disebabkan oleh benturan, hubungi dokter anak. Kompres menggunakan es. Tempelkan kompres dingin di area memar selama 20 menit setiap jam untuk mengurangi bengkak. Lanjutkan selama 4 jam tanpa menekan mata. Setelah dua hari, ganti dengan kompres hangat di area bengkak selama 10 menit, sebanyak tiga kali sehari. Berikan obat pereda nyeri jika diperlukan.
- Mengatasi cedera mata akibat zat kimia. Segera bilas mata anak dengan air mengalir selama 15-20 menit. Jangan biarkan anak menggosok mata yang terkena. Segera temui dokter.
- Mengatasi mata anak yang terkena benda asing. Sebaiknya jangan mencoba mengeluarkan benda yang ada di mata anak sendiri. Sebaliknya, jaga agar mata anak terlindungi dengan menggunakan kain kasa. Segera bawa ke dokter.
Dan kapan saat yang tepat untk membawa anak ke dokter?
Walaupun banyak cedera mata pada anak yang ringan dan dapat diatasi di rumah, ada beberapa keadaan yang memerlukan perawatan medis. Disarankan untuk membawa anak ke dokter jika:
- Anak berusia di bawah satu tahun.
- Mata anak terkena pukulan dari benda.
- Mata anak mengalami iritasi atau kemerahan.
- Mengeluarkan air mata secara terus-menerus.
- Mata anak sensitif terhadap cahaya.
- Terjadi kedipan terus-menerus.
- Ada area yang sakit, bengkak, atau merah di dekat mata atau kelopak mata.
- Terdapat luka pada bola mata.
3. Luka terbuka atau tusukan. Cara pertama untuk merawat luka pada anak adalah membersihkan luka secepat mungkin. Gunakan air dingin yang mengalir untuk membersihkan luka. Hilangkan kotoran, pasir, tanah, atau kerikil di sekitar area luka.
- Gunakan antiseptik. Setelah membersihkan dengan air mengalir, gunakan cairan antiseptik sebagai cara kedua untuk merawat luka pada anak. Campurkan cairan antiseptik ke dalam segelas air menurut petunjuk penggunaannya. Sedikit perih mungkin terasa, tetapi menggunakan cairan antiseptik dapat mencegah infeksi.
- Bersihkan dengan air hangat. Setelah menggunakan cairan antiseptik, jangan lupa untuk tetap membersihkan area sekitar luka dengan air hangat. Rendam handuk kecil dalam air hangat, lalu bersihkan area sekitar luka secara perlahan. Jangan menggunakan kain wol karena dapat meninggalkan serat di area yang dibersihkan.
- Bersihkan ke arah luar luka. Saat membersihkan luka, pastikan untuk menyeka dari dalam ke luar. Hal ini mencegah kotoran masuk kembali ke dalam luka.
- Tutup luka dengan perban. Cara selanjutnya untuk merawat luka pada anak adalah dengan menutup luka menggunakan kain kasa dan perban. Lakukan setiap langkah secara berurutan agar luka dapat sembuh dengan optimal.
4. Keracunan makanan
- Jangan memaksa anak untuk muntah tanpa arahan medis.
- Tenangkan anak, hindari memberikan makanan padat, seperti biskuit atau roti karena sistem pencernaan anak sedang berusaha keras untuk mengeluarkan racun. Bila makanan padat diberikan, keadaan bisa semakin parah dan berisiko menyebabkan muntah lebih lanjut.
- Berikan Cairan Secara Perlahan, muntah bisa menyebabkan kehilangan cairan tubuh. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, berikan air mineral, oralit, atau kaldu bening sedikit demi sedikit. Berikan dalam porsi kecil (sekitar satu sendok makan) setiap 15-20 menit. Jika anak menolak, jangan memaksanya. Memberikan cairan dengan cepat malah dapat memicu muntah ulang.
- Beristirahat dan Tetap Tenang. pastikan anak mendapat istirahat yang cukup. Posisi anak harus nyaman baik saat berbaring maupun duduk. Beritahu bahwa dia akan segera merasa lebih baik. Keadaan Anda yang tenang akan membantu anak merasa lebih nyaman dan mengurangi rasa cemas.
Dan kapan saat yang tepat untuk membawa anak ke dokter ?
Meski penanganan di rumah bisa memberikan bantuan, ada beberapa gejala serius yang tidak boleh diabaikan, segera bawa anak ke dokter terdekat jika:
- Muntah terus-menerus dan tidak berhenti lebih dari 24 jam.
- Terlihat gejala dehidrasi, seperti lesu, frekuensi berkemih yang jarang, tidak ada air mata saat menangis, atau mulut dan bibir terlihat kering.
- Muntah yang keluar bercampur darah atau berwarna hijau gelap.
- Anak mengeluh nyeri perut hebat yang tidak kunjung reda.
- Mengalami diare parah atau berdarah.
- Suhu tubuh sangat tinggi (demam).
5. Luka bakar atau melepuh.
- Menggunting pakaian di sekitar area luka bakar
Jika ada kain yang melekat di area luka bakar, sebaiknya tidak ditarik. Biarkan dokter yang menangani dan mengangkatnya dengan alat medis yang sesuai. Anda disarankan untuk memotong pakaian yang ada di sekitar luka bakar saja.
- Mencuci luka dengan air mengalir
Bersihkan luka bakar dengan air mengalir selama 5 hingga 15 menit. Metode ini mampu mendinginkan serta menghilangkan sebagian kotoran yang mungkin masih ada pada luka. Biarkan luka terkena air mengalir selama 15 menit dan hindari menggunakan es.
- Menutup luka bakar dengan perban
Jika luka bakar yang dialami oleh anak Anda tidak terlalu besar dan tingkat keparahannya rendah, tutuplah luka tersebut dengan kain kasa atau perban steril. Namun, pastikan luka tersebut sudah dibersihkan terlebih dahulu.
Apabila anak Anda merasa sakit pada luka, berikan ia paracetamol sesuai dosis yang tertera pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter.
Kapan saat yang tepat untuk membawa anak ke dokter?
- Jika luka bakar yang dialami anak Anda cukup besar, kulit menjadi melepuh, berwarna putih, atau tampak hangus, segera bawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat.
- Keadaan lain yang memerlukan penanganan segera dari dokter adalah jika luka bakar disebabkan oleh bahan kimia atau jika anak Anda berusia di bawah 5 tahun.
- Sering kali penanganan luka bakar dilakukan dengan cara yang salah, seperti mengompres luka dengan es. Tindakan ini sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kerusakan kulit yang lebih serius.
- Selain itu, jangan mengoleskan bahan seperti minyak, pasta gigi, dan telur pada luka. Tindakan tersebut bisa memperparah kerusakan kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
6. Keseleo. Keseleo yang dialami oleh anak-anak dapat mengakibatkan rasa sakit baik secara langsung maupun tidak langsung saat cedera terjadi. Keseleo pada anak bisa menyebabkan timbulnya memar jika ada kerusakan pada pembuluh darah. Apabila anak menunjukkan tanda-tanda ringan dari keseleo, orang tua dapat melakukan perawatan mandiri di rumah dengan menerapkan metode RICE (Rest: Istirahat, Ice : Es, Compress : Tekanan, dan Elevation : Elevasi). Berikut adalah penjelasannya:
- Istirahat ( Rest )
Langkah pertama yang perlu diambil oleh orang tua adalah memberikan waktu istirahat kepada anak dengan membiarkannya berbaring dan mengurangi aktivitasnya. Selain itu, pastikan bagian yang mengalami keseleo tetap tidak bergerak selama 24 hingga 48 jam.
- Es ( Ice )
Di tahap ini, bersihkan area yang keseleo menggunakan es, kemudian pembungkus dengan handuk. Diamkan selama 15 hingga 20 menit. Pindahkan es yang terbungkus tadi ke area yang keseleo, tiga kali dalam sehari pada 24 jam pertama setelah terjadinya keseleo.
- Tekanan ( Compress )
Terapkan tekanan pada bagian yang keseleo dengan menggunakan perban, pastikan pembalutnya tidak terlalu ketat agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Elevasi ( Elevation )
Letakkan bagian yang keseleo pada bantal sehingga posisinya lebih tinggi dari jantung. Dengan cara ini, aliran darah ke area yang keseleo akan melambat.
Anda juga bisa mengoleskan krim pada otot yang keseleo untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Jika pembengkakan yang muncul dalam dua hari tidak membaik atau malah semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk penanganan medis. Semua langkah di atas hanya untuk memberikan pertolongan pertama.